TetesingArt

Tsunami Aceh 2004

September 16, 2011

Mempertimbangkan banyak permintaan foto-foto pada masa terjadi Tsunami di Aceh 26 Desember 2004 maka berikut ini beberapa foto yang dibuat oleh Chris Rainier  seperti yang dimuat dalam National Geography:

               1. Banyak saksi mata telah membandingkan  tsunami di Banda Aceh dengan Hiroshima, Jepang
                   setelah itu terkena bom atom pada Perang Dunia II.

  

2.Bulan Desember 2004, tsunami menghancurkan kira-kira sepertiga dari bangunan di Banda Aceh.

  

3.Seorang tentara memakai masker untuk melindungi dirinya dari penyakit dan bau mayat membusuk.

4.Perahu nelayan mendarat di jalan utama Banda Aceh beberapa mil dari laut.

     

5. Seorang  Muslimah berdoa di salah satu kamp-kamp pengungsi sekitar Banda Aceh.

6. Sebuah pencarian korban reruntuhan Banda Aceh, di mana sekitar setengah dari populasi                tewas oleh tsunami 26 Desember 2004 

7. Daerah, coklat tandus di kaki bukit pedalaman ini menandai  tsunami menghantam kesana

8. Lebih dari dua minggu setelah tsunami, ribuan mayat tetap dibungkus di tempat terbuka.

                                                                                                                                                                          9. Sekitar 50.000 mayat telah ditemukan di Banda Aceh dan ribuan lainnya yang dilaporkan              setiap hari

10.  Pengungsi menerima perawatan medis dari anggota Medical berbasis di California Corps      International, sebuah organisasi nirlaba global. (Photograph by Chris Rainier)


 

Mempertimbangkan Mangunan sebagai tempat wisata dan kemah

April 7, 2011
Mangunan sendiri tidak terlalu jauh sekitar 20 km tenggara kota Yogyakarta. Bisa ditempuh melalui jalur stasiun bis Giwangan Yogyakarta terus lurus menuju Imogiri dan mengambil jalan menuju ke Dlingo atau bisa juga di tempuh melalui jalan Wonosari, setelah melalui Piyungan ambil jalan ke kanan. Dua jalur itu semua naik turun bukit dan hutan dikanan-kiri, memberi kesan indah.
Sebaiknya kalau belum pernah kesana perlu bertanya penduduk agar tidak tersesat maklum tanda penunjuk arah tidak terlalu...

Continue reading...
 

The Day After Tomorrow

March 24, 2011
Gempa bumi Yogyakarta yang terjadi 26 Mei 2006 silam banyak menyisakan kenangan pahit. Kini setelah lima tahun kejadian itu, tempat-tempat yang dulu menjadi daerah tragedi sekarang sudah berubah sama sekali. Foto-foto berikut ini  memperlihatkan perubahan itu:


Karya LSM Wango dari Kanada


Arsitektur yang unik


Dilengkapi kotak sampah      

                                                                                                       Selanjutnya!
...
Continue reading...
 

Melihat Seni

January 23, 2011
Memahami seni tidak cukup dalam sehari. Seni berada sepanjang hidup. Bentuk orang sendiri merupakan seni yang indah. Memandang dan memahami sesuatu juga seni. Jadi seni merupakan tongkat wasiat yang bisa membongkar semua gejala.


Seni Foto


Termasuk Seni Lampion


Big Horse


Lampion sepanjang jalan


Mount Merapi as a background


Human as an art performance


Human as an art performance


Animal as an art performing


Seni rias pengantin


Moving



Continue reading...
 

Merapi 2010

November 27, 2010
Letusan Merapi yang berlangsung bertubi-tubi tiada henti, bahkan sampai tulisan ini dibuat Selasa, 09-11-2010, belum juga usai. Korban berjatuhan, ribuan pengungsi menderita, pikiran mulai kalut,kesehatan mulai terganggu. Foto berikut ini melukiskan paska letusan:



Merapi nampak dari halaman BRI Besi Jalan Kaliurang KM 14




Mahasiswa dan relawan siaga dari Posko Kotagede


Matahari temaram pasca letusan dilihat dari Jalan Perintis Kemerdekaan
Yogyakarta


Continue reading...
 

About Me


Eres Almost all the events that are always visible through the symbols, the God of many events or imply anything in the universe is made easy for us to understand through symbols. God is the creator of most beautiful symbol in the world's. So relax for understanding it. If we can calm down so that translates in this life is the most deep of the hearts not our minds only.
blog comments powered by Disqus
Make a Free Website with Yola.